Kepemilikan Logam Mulia dari BRI Syariah

Memiliki logam mulia (LM) yaitu emas dengan karat 24 sudah mulai menjadi kegiatan menabung baru bagi sebagian besar masyarakat kita, dan program kepemilikan logam mulia ini semakin dipermudah dengan bantuan pendanaan dari lembaga perbankan. BRI Syariah sebagai salah satu instansi perbankan syariah meluncurkan suatu program yang disebut Kepemilikan Logam Mulia BRI Syariah (KLMBRIS).

Dengan mengumpulkan informasi langsung dari BRI Syariah di akun twitter (@BRISyariah) dan facebook (BRI Syariah); penggiat dan pakar dinar Endy J Kurniawan (@endykurniawan dan www.endyjkurniawan.com); financial planner Ahmad Gozali (@ahmadgozali) dan entrepreneur emas Rully Kustandar (@KebunEMAS), beberapa informasi tentang program ini cukup memberikan gambaran cukup detail bagi kita semua.

Prinsip program Kepemilikan Logam Mulia BRIS ini adalah pendanaan dari BRI Syariah kepada masyarakat yang memiliki ketentuan: berusia minimal 21 tahun hingga 65 tahun, memiliki penghasilan yang tentu saja mampu untuk membayar cicilan dan memiliki NPWP bagi yang mengajukan Kepemilikan Logam Mulia BRIS senilai Rp 100 Juta. Jika anda termasuk dalam kategori ini, anda memiliki potensi untuk mendapatkan pendanaan dari BRI Syariah untuk memiliki LM dengan cara mencicil setelah sebelumnya melakukan pengajuan pendanaan ke BRI Syariah, membayar uang muka (Down Payment) minimal 15% dari total harga LM yang diajukan, biaya administrasi dan selain itu juga memenuhi persyaratan administrasi dan kelayakan yang ditentukan oleh BRI Syariah. Harga LM pun mengacu kepada harga yang dikeluarkan Aneka Tambang (ANTAM).

Biaya administrasi (saat tulisan ini dibuat) program Kepemilikan Logam Mulia BRIS ini adalah untuk pembelian LM dibawah 50 gram dikenai biaya administrasi Rp 50.000; antara 50 hingga 100 gram dikenai Rp 100.000; untuk LM dengan berat antara 100 hingga 250 gram dikenai biaya Rp 250.000 dan untuk 250 gram keatas dikenai biaya Rp 1.000.000.

Jangka waktu cicilan bisa mencapai 15 tahun khusus untuk cicilan emas di atas 100 gram, sedangkan waktu untuk cicilan emas 10 gram hingga 100 gram maksimal adalah 3 tahun. LM yang tersedia untuk diberikan bantuan pendanaan adalah emas 10 gram sampai dengan tidak terhingga. Kita akan ambil contoh tapi dengan harga emas Rp 425.000 per gram-nya.

Jika kita ingin memiliki emas 250 gram, maka total harga emas adalah Rp 425.000 x 250 = Rp 106.250.000. Uang muka yang harus disiapkan minimal adalah 15% x Rp 106.250.000 atau sekitar Rp 15.937.500 ditambah biaya administrasi sebesar Rp 250.000. Sisanya akan dicicil selama 5 tahun, dan yang menjadi pokok cicilan adalah Rp 90.312.500 (106.250.000 – 15.937.500). Jika dibagi 60 bulan (5 tahun) maka cicilan pokoknya adalah Rp 1.505.208 (90.312.500 : 60). Itu baru cicilan pokoknya, bank akan menerapkan biaya margin yaitu sebesar 1,5% (saat tulisan dibuat) dari total cicilannya dalam kasus pinjaman ini adalah sebesar Rp 1.128.906 (1,5% x 90.312.500) dimana ini ditambahkan kepada cicilan pokok, sehingga total cicilan per bulannya adalah Rp 2.634.115 (1.505.208 + 1.128.906).

Simulasi lengkap untuk perhitungan program Kepemilikan Logam Mulia BRIS tersebut bisa didownload disini atau disini dimana simulasi excel itu dibuat dengan kondisi dan data yang sebenarnya saat itu, dan tentu saja dapat mengalami perubahan sesuai dengan kebijakan bank dan harga LM yang berlaku. Dan, perlu disampaikan bahwa ini adalah simulasi yang dibuat secara pribadi dan dengan tujuan memberikan gambaran dan bukan sebagai advice untuk membenarkan secara sepihak, sehingga, keputusan tetap ada di pembaca semua.