wanita takut kecoa

Satu Pelajaran Inspiratif Dari Cerita Kecoa

Anda kenal dengan Sundar Pichai?

Tidak…?

Bagaimana kalo saya ganti pertanyaannya, apakah Anda tahu GOOGLE?

Saya cukup yakin Anda tahu GOOGLE ^_^ Coba cek email Anda, apakah ada embel-embel GMAIL.com di belakangnya? Itu adalah salah satu produk Google.

Bahkan aplikasi onjek online yang kita gunakan juga berbau-bau MAPS dari Google. Anda pakai ponsel android? Ini malahan google banget!

Anda bisa menebak apa hubungan antara Google dengan Sundar Pichai? Kalau Anda menjawab Sundar Pichai adalah CEO dari GOOGLE. Jawaban Anda tepat sekali.

Kali ini Anda tidak akan membaca tentang biografi Sundar Pichai, tetapi sebuah cerita inspiratif yang dia sampaikan pada sebuah kesempatan pidato.

Ceritanya begini…

Di sebuah restoran, seekor kecoa tiba-tiba terbang dari suatu tempat dan mendarat di seorang wanita.

Dia mulai berteriak ketakutan.

Dengan wajah yang panik dan suara gemetar, dia mulai melompat, dengan kedua tangannya berusaha keras untuk menyingkirkan kecoa tersebut.

Reaksinya menular, karena semua orang di kelompoknya juga menjadi panik.

Wanita itu akhirnya berhasil mendorong kecoa tersebut pergi tapi… Kecoa itu mendarat di pundak wanita lain.

Sekarang, giliran wanita lain tersebut yang melanjutkan drama.

Seorang pelayan wanita bergegas ke depan untuk menyelamatkan mereka.

Saat yang bersamaan, kecoa tersebut terbang dan berpindah ke pelayan wanita tersebut.

Pelayan wanita berdiri diam, menenangkan diri dan mengamati perilaku kecoa yang baru saja menempel di kemejanya itu.

Saat sudah cukup percaya diri, dia meraih kecoa tersebut dengan jari-jarinya dan melemparkan keluar restoran.

Sundar Pichai memperhatikan semua kejadian itu sambil menyeruput kopinya. Pichai mulai bertanya-tanya dalam hati, Siapa yang bertanggung jawab atas kegaduhan yang baru saja terjadi itu?

Apakah si kecoa? Atau para wanita tersebut?

Jika memang kecoa yang salah, mengapa pelayan wanita itu tidak terganggu dan tidak bertindak heboh seperti kedua wanita tamu restoran itu? Bahkan pelayan wanita itu dengan cukup percaya diri menyelesaikan kegaduhan yang terjadi dengan baik.

Berarti kecoa tidak salah, tapi karena respon yang diberikan para wanita itu yang menentukan. Respon kedua wanita tamu restoran yang langsung membuat suasana menjadi kacau.

Kecoa itu memang menjijikkan. Tapi ia akan tetap seperti itu selamanya. Akan menjadi tantangan luar biasa besar untuk merubah kecoa menjadi lucu dan menggemaskan.

Begitupun juga dengan masalah.

Macet di jalan, teman kerja yang berkhianat, bos yang sok kuasa, bawahan yang tidak menurut, target yang kelihatannya sulit dicapai, deadline pekerjaan yang ketat, customer yang sangat cerewet, tetangga rumah yang mengganggu dan sebagainya.

Sampai kapanpun semua masalah itu tidak akan pernah menyenangkan.

Tapi, sejatinya bukan itu yang membuat semuanya kacau. Ketidakmampuan kita untuk menghadapinya yang membuatnya demikian.

Yang mengganggu wanita itu bukanlah kecoa, tapi ketidakmampuan wanita itu untuk mengatasi gangguan yang disebabkannya.

Pichai menyadari bahwa bukanlah teriakan orang tua atau atasannya atau bahkan istrinya yang mengganggu dirinya, tapi ketidamampuan dirinya untuk menangani gangguan yang disebabkan oleh teriakan tersebut.

Jadi, apa yang bisa Anda pelajari dari kisah ini?

Para wanita tamu restoran itu berekasi, sedangkan pelayan wanita itu merespon.

Reaksi lebih bersifat refleks dan naluriah, sedangkan respon itu sendiri merupakan reaksi yang sudah melewati fase berfikir.

Orang yang BAHAGIA itu bukan karena hidupnya tidak pernah menghadapi masalah dan semuanya sesuai dengan keinginannya.

Orang yang BAHAGIA itu karena mampu membuat RESPON, menanggapi keadaan dengan terlebih dahulu dengan berfikir.

Jadi, masalah tetap akan menjadi masalah. RESPON kita terhadapnyalah yang akan menentukan apakah akan tetap menjadi masalah atau akan selesai.

Suka dengan inspirasi dari cerita kecoa ini? Silahkan kasih komentar di bawah ya ^_^ Tentu Anda boleh membagikannya juga ke siapapun yang Anda kenal agar memberikan lebih banyak inspirasi.

Caranya gampang banget, tinggal klik share pada tombol facebook ataupun social media Anda.

Motivasi Anda Ditentukan oleh 4 Faktor Ini

Akhirnya saya “berhasil” menerbitkan tulisan baru di blog ini ­čÖé setelah hampir setahun penuh saya tidak menuliskan artikel baru pada blog pribadi saya ini. Tulisan saya terakhir diterbitkan pada 24 Januari 2016, dan itu adalah tulisan saya yang ke-100 hahaha… Alhamdulillah, walaupun begitu saya masih menyempatkan diri membalas komentar-komentar yang masuk pada beberapa tulisan yang sudah dipublikasikan pada blog ini ­čÖé That’s amazing! *terharu*

Saya akhirnya me-review lagi mengapa saya tidak konsisten menulis, kenapa saya malas, kenapa saya tidak se-antusias dulu berbagi? Pertanyaan-pertanyaan ini muncul dalam benak saya. Mungkin ada yang perlu diperbaiki dan diluruskan.

Saya memang bukan seorang professional blogger. Saya masih seorang karyawan dalam keseharian disamping menjadi kepala keluarga. Dan, aktifitas pekerjaan di dua tahun belakangan memang menuntut saya untuk lebih banyak mencurahkan waktu dan fikiran. Namun, itu seharusnya bukan menjadi masalah selama alasan dan motivasi Saya kuat untuk berbagi hal-hal yang memang berguna bagi pembaca blog ini.

Saya melihat ada masalah dengan motivasi saya saat menulis dan berbagi. Inilah yang mendorong saya mulai mengevaluasi diri. Asumsinya adalah jika hal ini sangat penting dan membuat saya bergairah, tentunya apapun rintangannya saya akan bela-belain menulis dan berbagi hal-hal yang menurut saya penting. Jadi, kalo saya males-malesan tandanya ada yang salah dengan motivasi saya menulis dan berbagi.

Google tetap menjadi referensi awal saya mendapatkan informasi tentang motivasi. Mungkin Anda juga akan melakukan yang sama jika ingin mendapatkan informasi. Saya mulai mencari referensi tentang purpose of life dan passion, banyak artikel dan beberapa model pengembangan pribadi yang saya temui. Ini tidak memuaskan saya, akhirnya saya teringat dengan rak buku kesayangan saya, dan mengumpulkan beberapa buku yang saya miliki terkait tema tersebut.

Saya langsung terpaku dengan buku On karya Jamil Azzaini. Judul bukunya memang singkat banget, tapi terus-terang inilah yang membuat saya terpaku pada awalnya. Buku ini sudah pernah saya baca, namun saya gagal mengingat apa intisari dari buku ini.

Saya mulai membolak-balik dan membaca beberapa halaman awal buku ini. Dan, akhirnya mulai teringat tentang apa┬ábuku ini. “INI DIA!” batin saya waktu itu. Eh, sebenarnya saya tidak langsung menemukan buku ini ­čÖé Sebelumnya saya menemukan beberapa buku dengan tema sejenis dan mulai membaca ulang, namun tidak langsung “klik” dengan apa yang saya butuhkan.

Saya butuh panduan atau HOW TO untuk menentukan purpose of life dan passion saya. Beberapa model yang saya temui dan baca memang sangat “canggih.” Namun sangat duniawi. Walaupun memuat nilai-nilai kemanusiaan dan kebaikan universal, saya masih merasa ada yang kurang. Saya ingin sebuah panduan yang memuat dan mengedepankan┬ánilai-nilai Islam pada pencarian tersebut. Kenapa? Karena saya seorang muslim. Sesederhana itu saja kok.

Saya mulai membaca lembar demi lembar halaman buku On ini. Penuturan sederhana, gamblang dan mudah dipahami dari kakek Jamil (ini adalah panggilan yang biasa disematkan pada beliau, walaupun beliau belum terlalu tua, setidaknya tidak lebih tua dari kakek saya^_^) ini menghanyutkan saya untuk terus membuka lembar halaman selanjutnya.

Saya sempat menangis lho, hahahaha…. Kok bisa? Iya, dalam beberapa pembahasan buku On ini memang menceritakan tentang ke-sholehan sahabat Rasulullah SAW yang begitu mencintai beliau, yaitu sahabat Ukasyah. Bagaimana kecintaan sahabat tersebut yang menginspirasi sehingga menjadi visi utama┬ákakek Jamil.

Penuturan cerita membuat saya begitu hanyut dan memahami lebih tentang komponen-komponen yang sedang dijelaskan.

Ada juga kisah Muhammad Al-Fatih yang terinspirasi dari pernyataan Rasulullah SAW tentang negara besar mana yang pertama kali perlu dibebaskan oleh Islam. Rasulullah SAW menyatakan dari dua adigdaya besar yaitu Roma dan Konstantinopel, maka Roma akan menjadi negara pertama menjadi target. Terkait Konstatinopel, Rasulullah SAW berkata: “Kalian pasti akan membebaskan Konstatinopel. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin, dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.

Pernyataan Rasulullah SAW ini menjadi visi Muhammad Al-Fatih. Walaupun, pada saat itu hampir mustahil untuk menaklukkan tembok bentengnya sekalipun. Singkat cerita Al-Fatih mampu menaklukkannya.

Oke, itu adalah sepenggal cerita yang menjelaskan secara runtut saat membahas Vision. Selain bahasan itu, masih ada bahasan tentang Action, Passion dan Collaboration. Hal-hal ini dibahas untuk membuat kita mampu Move On ke arah yang lebih baik.

Jadi, apa hubungannya dengan masalah konsistensi saya menulis blog?

Tentu saja ada!

Jujur saya belum menuntaskan membaca ulang keseluruhan isi buku ini. Tapi, ini sudah membuat saya begitu termotivasi untuk menuliskan dan membagikan apa yang saya baca kepada Anda.

Sepanjang istirahat tadi, saya mulai membenahi dan merangkai ulang visi saya. Dan, akhirnya ada beberapa perubahan yang saya buat pada visi hidup saya. Memang belum sempurna betul, tetapi setidaknya sudah mengarahkan kepada visi hidup ideal saya.

Selanjutnya, tentu saja saya akan menuntaskan buku On ini. Dan menerapkannya pada rangkaian besar hidup saya. Secara umum mengapa Anda dan saya perlu membaca buku ini adalah sebagai berikut:

  1. Anda dan saya diciptakan oleh Allah SWT bukan tanpa tujuan. Ada tujuan yang telah ditentukan yaitu untuk beribadah kepada-Nya. Apapun tujuan kita di dunia, maka pada akhirnya Anda dan saya akan mengharapkan surga.
  2. Anda dan saya ingin bahagia, maka menemukan passion akan membuat proses mencapai tujuan akhir atau visi akan membuat bahagia dan tidak dipenuhi dengan rasa tertekan dan tidak mengenakkan.
  3. Anda dan saya harus melakukan sesuatu (action) dan tidak berdiam diri. Kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas sangat diperlukan agar Anda dan saya mencapai visi dengan bahagia.
  4. Anda dan saya perlu ber-kolaborasi atau bekerja sama agar lebih efektif. Mengapa? Karena Anda dan saya bukan orang yang menguasai semua keterampilan dan semua pengetahuan. Anda dan saya perlu orang lain untuk saling membatu untuk mencapai Visi dengan bahagia dan action yang efisien dan efektif.

Buku On ini juga menyediakan lembar kerja untuk panduan penerapan bagi para pembacanya pada akhir buku ini. Jadi, Anda dan saya akan terbantu secara runtut menyelesaikan tugas dan menerapkan isi buku ini.

Anda sudah baca buku On ini? Kalau sudah seberapa banyak yang sudah diterapkan? Jangan merasa bersalah ­čÖé┬ásaya juga baru mulai baca ulang dan menerapkannya kok. Yang salah itu sudah punya, sudah baca tapi tidak menerapkannya ­čÖé

Yuk, baca buku On ini, lalu kita praktik bareng. Saling berkolaborasi agar visi kita semakin mudah tercapai dan saat action kita merasa bahagia karena memang sudah menjadi passion Anda dan saya.

Kalau Anda ingin berbagi visi atau punya pengalaman dan pendapat tentang buku ini atau cara lain yang bisa meningkatkan motivasi, dipersilahkan banget┬ámenyampaikan di komentar tulisan ini ya… ^_^

aplikasi anti macet

Ini Yang Bisa Dipelajari Dari Aplikasi Anti Macet

Macet di kota besar seperti Jakarta sudah menjadi permasalahan tersendiri. Penambahan jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan ketersediaan panjang jalan dan belum baiknya transportasi umum adalah dua alasan yang paling sering kita dengar sebagai biang kerok macet.

Banyak solusi yang ditawarkan dan sedang dikerjakan, mulai dari membangun jalan layang, rencana penerapan ERP (Electronic Road Pricing), pelarangan kendaraan roda dua di jalan protokol, pembenahan transportasi seperti kereta, transjakarta dan masih banyak hal lainnya. Tapi, semua itu masih dirasa kurang memberikan solusi tuntas bagi masyarakat.

Aplikasi Anti Macet

aplikasi anti macetAndapun sudah cukup familiar dengan aplikasi anti macet seperti Gojek, Grabbike, Grabtaxi, Uber dan lainnya. Bahkan mungkin anda sudah meng-install aplikasi tersebut di smartphone anda. Mereka muncul untuk memberikan solusi alternatif untuk mendapatkan kemudahan mendapatkan layanan transportasi yang fleksibel.

Sebelum aplikasi itu booming, ada beberapa website (dan sekarang juga sudah versi aplikasinya) yang sudah memberikan solusi serupa dan bersifat kolaboratif. Misalnya saja zipcar (internasional) dan nebeng.com. Konsepnya sederhana, anda tinggal masuk ke website-nya, lihat orang yang memiliki kendaraan tumpangan yang searah dengan aktifitas harian anda. Anda bisa menjadi penumpang ataupun memberikan tumpangan. Jadi, secara akumulatif akan mengurangi jumlah kendaraan yang beredar di jalanan.

Pagi ini, saya membaca sebuah artikel teknologi yang cukup menarik. Masih berkaitan dengan masalah kendaraan dan kemacetan yaitu lahan parkir. Saya punya pengalaman tidak nyaman saat berkunjung ke sebuah kantor dan sulit mendapatkan tempat parkir untuk kendaraan saya. Mungkin anda juga pernah mengalami hal yang sama saat berkunjung ke tempat rekreasi, pusat perbelanjaan dan tempat lainnya. Bahkan, saya memiliki teman yang harus menitipkan kendaraannya di rumah tetangga karena jalan menuju rumahnya tidak cukup dilalui kendaraan roda empatnya.

Perusahaan startup itu bernama Parking Duck. Paruey Anadirekkul, seorang mantan konsultan IBM melihat permasalahan jumlah kendaraan yang begitu banyak dengan ketersediaan lahan parkir yang minim di Thailand. Informasi tempat lahan parkir yang bisa digunakan sangat sulit didapatkan. Maka dibuatlah Parking Duck untuk memberikan informasi dan mempertemukan antara pemilik lahan untuk digunakan sebagai parkir dengan pemilik kendaraan yang membutuhkan tempat parkir di suatu wilayah.

aplikasi anti macet parking duckAnadirekkul melihat hal ini sebagai solusi untuk menghemat waktu pencarian tempat parkir kendaraan. Semakin cepat kendaraan diparkir, maka semakin sedikit jumlah kendaraan yang ada di jalan. Namun, kenyataannya adalah memang tidak banyak tempat parkir yang dikelola profesional untuk kebutuhan parkir, maka beberapa ruang ataupun tempat kosong yang dimiliki oleh orang-orang di sekitar wilayah tertentu bisa digunakan sebagai lahan parkir.

Beberapa praktik sewa parkir ini bisa kita lihat di dekat stasiun, terminal bahkan bandara. Saya melihat jasa titip kendaraan harian yang dikelola sendiri di dekat terminal Ragunan. Banyak orang menitipkan kendaraan di lahan-lahan terbuka milik masyarakat sekitar di pagi hari, dan menggunakan kendaraan umum dari terminal Ragunan ke tempat kerjanya.

Seperti aplikasi Gojek dan Grabbike, sebelumnya praktik ojek motor itu sudah biasa namun dengan adanya aplikasi ini semakin mempermudah orang untuk mengakses jasa ojek dan penyedia jasa ojek pun lebih gampang menemukan orang yang membutuhkan.

Aplikasi Uber dan Grabtaxi juga tidak berbeda, ada kebutuhan sewa mobil harian di masyarakat. Dengan adanya Uber akan mempermudah menemukan pemberi jasa sewa mobil dan orang yang membutuhkan jasa sewa mobil.

Parking Duck juga memiliki pola yang sama, yaitu mempertemukan para pencari parkir dengan penyedia lahan parkir.

Kita bisa belajar beberapa hal dari kesuksesan aplikasi-aplikasi anti macet tersebut:

  1. Temukan dulu permasalahan umum dan mendasar yang perlu disolusikan
  2. Buatlah solusi yang memungkinkan untuk diterapkan
  3. Kesampingkan dulu soal monetisasi (cara mendapatkan uang) dari aplikasi tersebut
  4. Fokus atas permasalahan utama yang akan diselesaikan, jangan jadi superhero untuk menyelesaikan seluruh masalah

Memang masih banyak hal yang bisa kita pelajari dan contoh dari keberadaan aplikasi anti macet tersebut, mungkin Anda punya pendapat atau pandangan lain untuk melengkapinya, silahkan disampaikan ya ­čśë

rasio keuangan keluarga

Cara Menghitung Rasio Keuangan Keluarga

Tahun baru biasanya akan diisi dengan membuat target-target baru, pencapaian keuangan baru, kondisi kesehatan baru, kondisi mental dan spiritual yang baru. Kondisi baru tersebut dicanangkan biasanya setelah anda tahu kondisi yang telah dicapai di tahun ini.

Misalnya, anda ingin memiliki peningkatan aset keluarga sebesar 50% dari aset saat ini. Berarti anda sudah mengetahui jumlah aset yang dimiliki akhir tahun ini sehingga memiliki resolusi target baru di akhir tahun depan mendapatkan penambahan sebesar angka tersebut. Jika anda belum tahu kondisi tersebut, maka anda akan mengalami kesulitan untuk mengetahui kemajuan yang dicapai.

Saat anda memutuskan untuk mencapai angka penambahan aset sebesar 50% berarti kondisi tersebut akan membuat kondisi keuangan anda semakin sehat, karena kriteria sehat keuangan tersebut bisa dicapai dengan melakukan penambahan aset sebesar angka tersebut. Maka, untuk mengetahui sehat atau tidak keuangan keluarga maka diperlukan pengukuran keuangan tertentu.

Cara Saya Mengukur Kondisi Rasio Keuangan Keluarga

Saya sendiri melakukan update dan pengukuran atas kondisi keuangan per akhir tahun, mengevaluasinya dan memutuskan target apa yang perlu saya lakukan untuk membuatnya semakin sehat. Langkah-langkah yang saya lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Mencatat seluruh aset dan nilainya
    • Saya mengelompokkan┬áaset saya menjadi 3 golongan yaitu:
      • Aset Lancar, meliputi┬áseluruh uang kas dan tabungan
      • Aset Investasi, yaitu seluruh deposito, tabungan emas, dinar, reksadana, obligasi, investasi lain, dan modal bisnis
      • Aset Tidak Lancar, yang meliputi rumah dan kendaraan
    • Masing-masing aset tersebut saya tulis dan dituliskan nilainya saat ini.
    • Pada bagian aset investasi, saya memisahkan nominal┬ásaat saya masuk┬ádan nilainya saat ini, dan selisihnya adalah pendapatan investasi.
  2. Mencatat seluruh kewajiban dan nilainya
    • Biasanya disini berupa hutang
    • Saya sendiri memiliki hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang
    • Hutang jangka pendek adalah hutang yang harus saya bayarkan dalam waktu jangka waktu di bawah satu tahun, sedangkan hutang jangka panjang dengan jangka waktu di atas 1 tahun. Biasanya hutang jangka panjang ini berupa hutang pinjaman kendaraan, pinjaman KPR dan sejenisnya.
  3. Mencatat pemasukan dan pengeluaran bulanan
    • Pemasukan berupa gaji, honor, hasil investasi yang dihabiskan (tidak dijadikan pokok investasi)
    • Pengeluaran berupa zakat/infak/wakaf/donasi, asuransi, investasi rutin, biaya hidup, cicilan hutang (kartu kredit, KPR, kendaraan, KTA dan lainnya)
  4. Menghitung rasio likuiditas
    • Rasio ini saya hitung untuk tujuan mengetahui berapa lama saya bisa bertahan tanpa pemasukan–hanya mengandalkan aset lancar likuid saya–untuk menghidupi saya dan keluarga sebelum menemukan sumber pendapatan baru.
    • Caranya dengan menjumlah seluruh aset lancar dan beberapa tabungan dan investasi yang dapat segera dicairkan. Lalu, dibagi dengan jumlah pengeluaran bulanan kita.
    • Contohnya: total uang, tabungan, deposito dan┬ábeberapa akun investasi yang gampang dicairkan sebesar 30 Juta, sedangkan pengeluaran setiap bulan sebesar 6 Juta. Maka rasio likuiditas adalah 30 Juta/6 Juta yaitu 5.
    • Artinya saya dapat bertahan selama 5 bulan┬ámemenuhi kebutuhan bulanan sebelum memiliki sumber pendapatan baru.
    • Menurut ahli keuangan keluarga, rasio yang ideal adalah antara 3 hingga 6. Karena waktu ini masih cukup untuk digunakan keluarga menyusun rencana baru membenahi keuangan keluarganya.
    • Saat anda sudah mencapai rasio yang ideal, sisanya dapat anda gunakan untuk keperluan investasi dan proteksi. Dana likuid ini juga dapat digunakan sebagai dana darurat seperti menghadapi kondisi sakit, kecelakaan dan kebutuhan mendesak lainnya.
    • Dana likuid ini maksimal memiliki porsi sebesar 15% dari total aset yang dimiliki. Jika porsi jumlah dana likuid ini melebihi 15% berarti anda kehilangan kesempatan untuk mendapatkan hasil pendapatan dari investasi.
  5. Menghitung rasio hutang
    • Rasio ini untuk menghitung kemampuan bayar hutang per bulannya
    • Misalnya pendapatan sebesar 1o Juta dan total hutang cicilan (rumah, kendaraan, KTA dan lainnya) sejumlah 2,9 Juta, maka rasio hutang saya terhadap pendapatan sebesar 2,9 Juta/10 Juta yaitu 29%
    • Artinya setiap bulan saya menghabiskan 29% pendapatan saya untuk membayar hutang
    • Rasio maksimal yang disarankan oleh perencana keuangan yaitu sebesar 30%, jadi anda harus menjaga cicilan hutang tidak melebihi 30%. Artinya anda tidak boleh mengambil hutang baru saat cicilan bulanan anda sudah mencapai 30%.
  6. Menghitung rasio solvensi
    • Rasio ini menghitung kemampuan anda untuk melunasi hutang dengan menggunakan aset yang dimiliki
    • Misalnya anda memiliki total aset 300 Juta, hutang anda totalnya sebesar 200 Juta maka aset bersih anda sebesar 100 Juta.
    • Rasio solvensinya adalah 100 Juta/300 Juta = 33,3%
    • Dengan menjaga nilai rasio ini di atas 50% maka anda akan semakin aman dan tidak akan terguncang saat hutang harus dilunasi segera.
  7. Menghitung rasio investasi
    • Rasio ini identik dengan istilah passive income, yaitu pendapatan yang diperoleh dengan menempatkan investasi dan menghasilkan dengan sendirinya, misalnya dari hasil bisnis yang modalnya dari anda, instrumen investasi dan lainnya.
    • Cara menghitungnya dengan membandingkan jumlah pendapatan investasi dibagi dengan kekayaan bersih anda.
    • Misalnya, dengan total aset bersih sebesar 100 Juta, ternyata setiap tahun anda mendapatkan 7 Juta dari bisnis, kenaikan harga emas, reksadana dan lainnya
    • Nilai rasio investasinya adalah 7 Juta/100 Juta yaitu 7%
    • Semakin besar angka ini, berarti anda memiliki kesempatan untuk lebih bebas tanpa bergantung kepada sumber pendapatan utama bulanan anda saat ini.
  8. Menghitung rasio aset investasi dengan total aset
    • Rasio ini menghitung jumlah aset yang diperuntukkan untuk investasi dan bisnis dibandingkan total aset, semakin besar maka kemungkinan untuk mendapatkan passive income semakin besar.
    • Misalnya, total aset investasi 30 Juta yang terdiri dari bisnis, reksadana, emas, dinar, obligasi, usaha kebun dan lainnya. Sedangkan total aset (aset lancar + aset investasi + aset tidak lancar) sebesar 300 Juta.
    • Berarti rasionya adalah 30 Juta/300 Juta = 10%.
    • Rasio yang ideal menurut perencana keuangan keluarga adalah di atas 50%, sehingga anda dapat lebih aman dan tidak tergantung pada sumber pendapatan utama anda saat ini.

Selanjutnya saya akan membandingkan rasio-rasio tersebut dengan kondisi ideal yang direkomendasikan oleh perencana keuangan atau melakukan penyesuaian dengan rasio tersebut sehingga lebih konservatif dan aman.

Target baru bidang keuangan keluarga yang saya buat tentu saja akan berpatokan dengan kondisi ideal yang telah disusun tersebut, yang akan diteruskan dengan menyusun langkah-langkah konkritnya.

Misalnya, rasio hutang keluarga saya ternyata 40%, maka target saya di tahun depan adalah menekan rasio itu mencapai 30% dengan cara melunasi hutang konsumtif saya dan/atau mencari sumber pendapatan baru yang memungkinkan. Langkah kongkrit yang mungkin bisa saya lakukan adalah:

  1. Menjual kendaraan yang dibiayai hutang, dimana kendaraan tersebut tidak banyak digunakan misalnya mobil ketiga, motor kedua dan lainnya. Hasil penjualannya digunakan untuk melunasi hutang yang ada.
  2. Mencari kesempatan part time mengajar kursus, kampus dan sejenisnya
  3. Menjalankan usaha perantara/makelar untuk action figures, perlengkapan hobi dan lainnya
  4. Tidak menambah hutang baru untuk keperluan konsumtif

Semua rasio yang dihitung tadi akan dibandingkan dengan kondisi ideal dan target yang diinginkan, dan diturunkan dengan langkah-langkah nyatanya. Sangat memungkinkan langkah-langkah tersebut akan sama, misalnya dengan menjalankan usaha baru akan membuat rasio investasi akan semakin baik.

Itu yang saya lakukan, punya komentar, pendapat dan masukan? silahkan sampaikan di kolom komentar ya ­čÖé Semoga bermanfaat.

Cara Menyiapkan Biaya Pendidikan Dengan Emas

menyiapkan biaya pendidikanBeberapa tulisan di blog ini membicarakan bagaimana menghitung kebutuhan biaya pendidikan anak-anak kita. Setelah menghitung tentu kita butuh cara untuk memastikan kebutuhan biaya pendidikan tersebut pada waktunya tercukupi. Saya akan membagi contoh langkah-langkah yang saya terapkan untuk menyiapkan┬ábiaya pendidikan dengan memanfaatkan emas dan/atau dinar emas. Continue reading “Cara Menyiapkan Biaya Pendidikan Dengan Emas”

Dua Ebook Gratis Kualitas Super

Kali ini ada dua ebook gratis yang high quality! dari Jaya Setiabudi founder dari┬áYukbisnis.com. Kemampuan beliau menyampaikan dengan lugas, sederhana dan to the point selain didukung oleh konsep wirausaha yang sangat aplikatif adalah kekuatan yang membuat para pembaca dan praktisi baru dari dunia usaha semakin terarah. Kali ini ada dua ebook yaitu 5 Jurus Jitu Dongkrak Profit dan 7 Hari Jadi Juragan. Continue reading “Dua Ebook Gratis Kualitas Super”

Berhenti Menabung Emas

berhenti menabung emasJudul di atas tidak salah, memang saya berhenti menabung emas. Apakah memang menabung atau investasi emas tidak lagi menguntungkan? Sabar, saya tidak sebenarnya tidak berhenti sama sekali dalam menabung emas. Ada beberapa hal yang membuat saya menghentikan sementara kegiatan menabung emas. Dan, saya masih meyakini bahwa emas adalah alat simpan daya beli yang anti inflasi dan alat yang ideal untuk jadi standar dan menghitung kebutuhan keuangan masa depan. Continue reading “Berhenti Menabung Emas”

Lulus Ujian AAMAI

lulus ujian aamaiYeah! Akhirnya saya bisa menulis lagi di blog ini. Walaupun sampai kalimat ini diketik saya belum tahu pasti apa yang akan saya tulis di baris-baris berikutnya ­čÖé Beberapa waktu lalu saya sudah resmi menyandang gelar AAIK (Ahli Asuransi Indonesia Kerugian) dari AAMAI (Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia) setelah 9 tahun lebih berkarir di asuransi kerugian. Merampungkan gelar ini saya tempuh dalam waktu 2,5 tahun setelah menyelesaikan 5 subyek ujian AAMAI, memang bukan waktu yang istimewa tetapi ini pencapaian yang lebih baik dibandingkan dengan waktu yang saya butuhkan menyelesaikan gelar AAAIK (Ajun Ahli Asuransi Kerugian) sebelumnya. Untuk menyelesaikan gelar AAAIK tersebut saya butuh waktu 6,5 tahun untuk menyelesaikan 6 subyek ujian! Continue reading “Lulus Ujian AAMAI”

Ebook Rekomendasi YUBI

Tulisan tentang ebook rekomendasi YUBI ini akan cukup padat, saya akan berbagi informasi ebook yang sedang dan sudah saya baca. Dua dari 4 ebook ini saya beli dari portal Yuk Bisnis yang dibesut oleh Jaya Setiabudi dan tim, dan beberapa lagi saya beli dalam bentuk buku fisik (dan sekarang sudah dalam bentuk ebook juga). Urutan ebook yang saya akan sampaikan disini akan disusun berdasarkan dari yang paling awal saya baca hingga yang paling akhir saya beli dan sedang baca. Berikut daftar ebook rekomendasi YUBI saya: Continue reading “Ebook Rekomendasi YUBI”

Untung Rugi Menabung Emas

untung rugi menabung emasUntung rugi menjadi ukuran keberhasilan investasi kita. Contohnya saya beli emas 500 ribu per gram, saya akan untung jika saya bisa menjual di atas 500 ribu, katakanlah 510 ribu. Dan, saya akan rugi jika saya hanya bisa menjual di bawah 500 ribu, misalnya 490 ribu. Sesederhana itu saja sih. Tapi, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan agar tidak terkecoh dengan kesimpulan apakah kita sudah untung atau rugi. Continue reading “Untung Rugi Menabung Emas”

Syarat Investasi Utama

syarat investasiAwal saya mulai sadar akan perlunya investasi, pertanyaan awal yang saya ingin jawab adalah jenis investasi apa yang akan saya gunakan dari sekian banyak pilihan investasi yang tersedia. Syarat investasi┬áyang saya tentukan┬áwaktu itu adalah investasi itu sebaiknya tidak rumit, tidak begitu fluktuatif, dana awal yang diperlukan untuk memulai sesuai dengan anggaran saya, dan memiliki return atau peningkatan nilai investasi yang tinggi. Continue reading “Syarat Investasi Utama”

Proyek Baru di Tahun 2014

proyek baru Saya sedang mempersiapkan proyek baru. Kalau ditanya proyeknya apa, sementara saya belum bisa kasih tahu sekarang. Tetapi, tentu saja akan dipublikasikan di saat yang tepat nanti ­čśë

Tahun 2014 ini memang saya jadikan tahun untuk lebih banyak berbagi dan bermanfaat bagi orang lain. Dan, proyek baru ini sejatinya juga diharapkan dapat mendorong saya untuk lebih bermanfaat bagi orang lain. Oke, bocorannya adalah proyek ini berkaitan dengan yang saya tahu dan pahami serta akan diwujudkan dalam media online. Continue reading “Proyek Baru di Tahun 2014”