Lulus Ujian AAMAI

lulus ujian aamaiYeah! Akhirnya saya bisa menulis lagi di blog ini. Walaupun sampai kalimat ini diketik saya belum tahu pasti apa yang akan saya tulis di baris-baris berikutnya 🙂 Beberapa waktu lalu saya sudah resmi menyandang gelar AAIK (Ahli Asuransi Indonesia Kerugian) dari AAMAI (Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia) setelah 9 tahun lebih berkarir di asuransi kerugian. Merampungkan gelar ini saya tempuh dalam waktu 2,5 tahun setelah menyelesaikan 5 subyek ujian AAMAI, memang bukan waktu yang istimewa tetapi ini pencapaian yang lebih baik dibandingkan dengan waktu yang saya butuhkan menyelesaikan gelar AAAIK (Ajun Ahli Asuransi Kerugian) sebelumnya. Untuk menyelesaikan gelar AAAIK tersebut saya butuh waktu 6,5 tahun untuk menyelesaikan 6 subyek ujian!

Memang ada yang berbeda dari penerapan mindset dan perlakuan yang saya jalani untuk penyelesaian 2 gelar tersebut. Saya butuh 0,5 tahun untuk lulus setiap 1 subyek AAIK tetapi membutuhkan 1,8 tahun untuk lulus setiap 1 subyek AAAIK. Yang membuat saya lebih cepat menyelesaikan materi AAIK lebih cepat karena saya merubah mindset saya, saat menyelesaikan AAAIK, keharusan untuk menyelesaikan tepat waktu tidak tinggi sehingga fokus untuk menyelesaikannya rendah, dan lebih senang melakukan hal lain dari pada mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian tersebut.

Cara Saya Agar Lulus Ujian AAMAI Lebih Cepat

Saat akan memulai ujian AAIK, saya sudah menciptakan target penyelesaian. Saya akan menyelesaikan gelar tersebut dalam waktu 2,5 tahun dengan asumsi setiap periode ujian saya lulus 1 subyek. Jika saya tidak lulus dalam satu periode ujian AAMAI, maka periode ujian berikutnya saya harus mengulang subyek yang gagal ditambah dengan subyek baru. Dengan adanya target ini saya menjadi lebih fokus untuk mempersiapkan diri dengan melakukan hal-hal yang menunjang untuk keberhasilan saya.

Merubah gaya belajar dan mempersiapkan diri dari jauh hari saya lakukan karena dengan pola belajar yang lama dan dalam waktu mepet memberikan hasil yang tidak maksimal. Saya merubah cara yang pernah terbukti gagal dan melakukan cara yang terbukti berhasil. Memastikan cara belajar yang nyaman dan tepat bagi diri sendiri saya lakukan karena inilah yang membuat keberhasilan memahami materi menjadi lebih tinggi. Saya tipikal orang yang belajar dengan cara memahami dan melakukan langsung atau dengan latihan, jadi cara ini yang saya lakukan, dan menikmati seluruh rangkaian prosesnya.

Dari yang saya alami tersebut, ada beberapa hal yang saya pelajari saat kita ingin mencapai sesuatu di masa depan, yaitu:

  1. Pastikan tujuan yang SMART, istilah ini adalah akronim dari Specific (spesifik), Measurable (dapat diukur), Achievable (dapat diraih), Realistic (realistis dicapai), Timely (dalam kurun waktu yang spesifik).
  2. Fokus pada langkah yang dapat mendekatkan ke arah tujuan yang akan dicapai dan buatlah prioritas kegiatan untuk memastikan langkah kita tepat ke arah tujuan kita.
  3. Nikmati seluruh proses dan pastikan usaha yang dilakukan tersebut tidak lepas dari ketentuan dan ketetapan Allah SWT dengan cara berdoa.

Itu mungkin yang bisa saya sharing kali ini. Jika anda punya cara lain tentu saja saya akan sangat senang tulisan ini dapat dilengkapi. Sharing is caring.