Jadi Supir Taksi Dapat Mobil

Akhir Juli 2011 adalah waktu yang sudah direncanakan untuk pulang, dan seperti biasa saya beranjak dari kantor menggunakan taksi. Saya memperkirakan akan banyak orang ke bandara karena memang waktu itu memang saat yang tepat untuk bersilaturahmi menjelang bulan puasa bagi orang-orang yang “terpaksa” berpisah dengan keluarga di kota lainnya.

Kali ini saya memilih taksi TransCab untuk perjalanan saya ke bandara. Ini adalah kali pertama saya menggunakan merek taksi ini, dan seperti yang diceritakan banyak orang dan ditulis di banyak blog memang taksi ini dilengkapi dengan tv kabel. Tidak lama setelah mengucapkan tujuan saya, remote tv segera dioperasikan dan memilih beberapa channel yang ada di sana, menyenangkan dan menghibur juga 🙂

Tapi, kegiatan menonton kali ini tidak begitu menarik bagi saya kali ini. Berbincang dengan bapak supir taksi agaknya lebih menarik, dimulai dengan latar belakang bapak tersebut dan bagaimana bisa menjadi supir taksi adalah pembahasan yang cukup memberikan wacana baru bagi saya.

Sebagai seorang mantan supir bis antar kota, menjadi supir taksi adalah berkah tersendiri karena akan lebih sering untuk berkumpul dengan keluarga bagi bapak tersebut. Bapak tersebut dengan semangat menceritakan bahwa dengan profesinya tersebut dia dapat memiliki mobil itu dengan cara mencicil. “Wah, ide menarik nih!” batin saya dan tentu saja saya ingin sekali mendengarkannya.

Perusahaan TransCab membuka program kepemilikan mobil taksi tersebut bagi perorangan, dengan Down Payment (DP) sekitar 4 hingga 5 juta rupiah maka seseorang dapat menjadi supir taksi tersebut, kewajibannya adalah membayar cicilan kurang lebih Rp 200.000 per hari dan ini sifatnya wajib, dimana cicilan tersebut meliputi biaya perawatan mobil, sewa perangkat tv kabel di dalamnya dan lainnya. Cicilan tersebut akan dilakukan hingga 5 tahun dan pada akhir tahun mobil resmi jadi milik si supir taksi, dan masih memiliki opsi untuk menggunakan merek TransCab selama setahun untuk beroperasi tentu tanpa mencicil setoran lagi. Dan, setelah masa penggunaan merek TransCab tersebut selesai mobil akan dimodifikasi sebagai mobil pribadi. Jadi, dengan waktu sekitar 5 hingga 6 tahun, si supir taksi akan memiliki mobil sendiri dengan cara mencicil ke perusahaan taksi tersebut.

“Dengan setoran sebesar itu apakah bisa?” tanya saya lagi ke bapak tersebut. Dengan percaya diri, beliau mengatakan rata-rata pendapatannya bisa melebihinya angkat tersebut, rata-rata setelah menyerahkan setoran harian bapak tersebut masih mengantongi sekitar 200 ribu lagi. “Lumayanlah pak, selain itu kesehatan saya dan keluarga ditanggung oleh perusahaan juga” tambahnya lagi.

Ada banyak cerita lagi setelahnya, namun karena sampai di tujuan maka percakapan itu pun selesai, tetapi setidaknya saya mendapatkan beberapa cerita pegalaman yang berharga dan nyata ada di sekitar kita. Terima kasih ya pak atas sharing-nya 🙂