bisnis syariah

Bisnis Syariah Profit 16,85% Selama 6 Bulan

Awal bulan ini saya menghadiri sebuah seminar ekonomi syariah internasional di Surabaya. Seminar internasional yang digagas oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Indonesia itu menghadirkan banyak pembicara internasional yang membahas tentang ekonomi syariah di dunia. Mulai dari konsumen, produk, investor dan pelaku bisnis syariah dibicarakan dalam seminar tersebut.

Produk yang dibicarakan dari produk tabungan, investasi dan asuransi yang berbasis syariah dan tantangannya menghadapi kebutuhan masyarakat dunia dan rivalitas-nya dengan prinsip ekonomi non syariah yang sudah ada dan lebih menguntungkan.

Sebenarnya saya tidak ingin menyampaikan isi seminar tersebut (mungkin di lain waktu ya :-)) Di hari kedua seminar tersebut, saya menyempatkan diri membuka sebuah website laporan bisnis yang saya ikuti. Dan, melihat perkembangan dana penyertaan bisnis saya yang biasanya dilaporkan per akhir bulan. Saya ikut penyertaan bisnis syariah tersebut selama 6 bulan dan mendapatkan profit sebesar 16,85% dari nilai nominal rupiah yang saya sertakan di awal.

Dalam kerjasama bisnis berbasis sistem syariah tersebut, saya hanya melakukan penyertaan dana saja. Sedangkan manajemen bisnis saya percayakan kepada pengelola bisnis. Jadi, dana tersebut bekerja sendiri tanpa keterlibatan langsung diri saya atas bisnis tersebut.

Persamaan bisnis tersebut hampir mirip dengan saat anda memasukan dana anda ke dalam tabungan, deposito atau reksadana berbasis syariah. Anda menyetorkan dana dan pihak bank atau pengelola investasi reksadana akan mengoptimalkan dana anda sehingga memberikan hasil yang baik.

Saya ingin sampaikan bahwa dengan menggunakan sistem syariah pun dapat memberikan imbal hasil yang tidak kalah dengan bisnis yang dikelola secara non syariah. Asalkan pelaksana kegiatan bisnis tersebut profesional dan cakap di bidang bisnis yang dikelolanya. Mungkin anda berpendapat bahwa produk non syariah akan lebih baik memberikan imbal hasil dan saat kita masuk ke produk syariah itu lebih karena alasan ingin menerapkan prinsip syariah (dengan mengorbankan prinsip ekonominya untuk mendapatkan hasil yang optimal).

Saya membuktikan sendiri bahwa saya bisa mendapatkan keduanya, yaitu: Prinsip syariah di kegiatan bisnis dan Hasil bisnis yang optimal. Saya hanya ingin mengutip perkataan Rasulullah SAW: “Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah ‘Azza wa Jalla, kecuali Allah akan menggantikannya bagimu dengan yang lebih baik bagimu.” (HR Ahmad no. 23074).

Maka dengan meninggalkan sistem ekonomi yang non syariah ke bentuk sistem syariah insyaallah akan membuat kita mendapatkan pengganti yang lebih baik. Tentu saja, para penggerak ekonomi syariah perlu melakukan peningkatan kemampuan dan profesionalisme-nya.

Syarat Investasi Utama

syarat investasiAwal saya mulai sadar akan perlunya investasi, pertanyaan awal yang saya ingin jawab adalah jenis investasi apa yang akan saya gunakan dari sekian banyak pilihan investasi yang tersedia. Syarat investasi yang saya tentukan waktu itu adalah investasi itu sebaiknya tidak rumit, tidak begitu fluktuatif, dana awal yang diperlukan untuk memulai sesuai dengan anggaran saya, dan memiliki return atau peningkatan nilai investasi yang tinggi. Continue reading “Syarat Investasi Utama”

Kisah Abdurrahman Bin Auf Memenangkan Pasar

Selain sebagai panutan dalam sisi keislaman, Abdurrahman Bin Auf dikenal sebagai saudagar super kaya di zamannya–bahkan hingga saat ini–memiliki kecerdasan dan keterampilan luar biasa dalam bidang wirausaha. Melanjutkan tulisan sebelumnya tentang Praktik Abdurrahman Bin Auf, kali ini akan disampaikan kisah Abdurrahman Bin Auf memenangkan pasar. Continue reading “Kisah Abdurrahman Bin Auf Memenangkan Pasar”

Kisah Abdurrahman Bin Auf Menciptakan Pasar Baru

Abdurrahman Bin Auf adalah seorang sahabat Rasulullah SAW yang dikenal sebagai seorang yang sangat pantas menjadi rujukan seluruh manusia di dunia apalagi umat Islam. Ketaatan beliau kepada ajaran Islam tidak lagi perlu diragukan karena beliau termasuk sahabat Rasulullah SAW yang dijanjikan masuk syurga Allah SWT. Keterampilan beliau sebagai entrepreneur menempatkan sebagai saudagar super kaya di zamannya. Pada kesempatan ini, salah satu kisah Abdurrahman Bin Auf dalam menerapkan strategi dan taktik dagang yang beliau terapkan untuk memenangkan persaingan akan disampaikan. Continue reading “Kisah Abdurrahman Bin Auf Menciptakan Pasar Baru”

(Artikel Hikmah Republika) Pintu Rezeki

Kolom Hikmah di harian Republika 8 Mei 2012 yang ditulis oleh Fauzi Bahreisy membahas secara ringkas dan padat mengenai pintu rezeki yang dijanjikan Allah SWT, dan juga disampaikan bagaimana kita sebagai umat Islam menjemputnya. Sebuah tulisan yang insyaallah akan memberikan petunjuk dan kemudahan bagi kita dan memberikan amalan jariyah bagi yang menyusun dan menyebarkannya, amin. Berikut tulisan lengkap dengan tema pintu rezeki tersebut: Continue reading “(Artikel Hikmah Republika) Pintu Rezeki”

Ciri Orang Yang Mendapatkan Rahmat Allah SWT

Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Si dikenal sebagai penggerak kegiatan zakat nasional dimana beliau sekarang adalah ketua umum BAZNAS dan Sekjen World Zakat Forum, seorang cendikiawan dengan predikat guru besar di IPB, direktur pascasarjana UIKA Bogor. Beliau pun juga menjadi salah satu rujukan syariah dimana beliau juga tergabung dalam Dewan Syariah Nasional MUI. Pengajian Al-Hijri yang yang beliau gagas secara rutin melakukan kajian dan tafsir Al-quran.

Beberapa kuliah twitter di akhir tahun 2011 tentang ciri-ciri orang yang mendapatkan rahmat Allah SWT sangat penting bagi kita semua untuk memastikan apakah sebagai muslim kita sudah memenuhi kriteria tersebut. Insyaallah tulisan beliau ini mampu menjadi panduan praktis bagi kita, dan menjadikannya sebagai amalan ilmu yang bermanfaat bagi beliau, amin. Continue reading “Ciri Orang Yang Mendapatkan Rahmat Allah SWT”

Artikel Hikmah Republika Virus Perusak Amal

Artikel di rubik Hikmah Republika edisi Rabu, 18 April 2012 yang berjudul virus perusak amal mengingatkan kepada kita untuk selalu berhati-hati dan meluruskan niat baik hanya untuk mendapatkan ridho dari sang pemilik alam semesta, Allah SWT. Berikut artikel yang ditulis oleh Imron Baehaqi tersebut, insyaallah beliau selalu diberikan kemudahan dan kebaikan dunia akhirat, amin. Continue reading “Artikel Hikmah Republika Virus Perusak Amal”

Kultwit Tema Jangan Ragu

Judul Jangan Ragu ini diambil dari kumpulan kuliah twitter yang disampaikan da’i berilmu yang rendah hati kemarin yaitu di akun twitter Abdullah Gymnastiar atau dikenal dengan aa gym. Sebenarnya ini terdiri dari dua pokok bahasan tetapi masih cukup terkait. Jadi, kultwit aagym dengan tema jangan ragu tersebut saya gabungkan, insyaallah berguna bagi kita semua dan semakin mendekatkan diri kita kepada Allah, SWT. Berikut kultwitnya: Continue reading “Kultwit Tema Jangan Ragu”

Rezeki Diantar (Seri Kultwit)

Sebelum membahas tentang Seri Kultwit tentang Rezeki Diantar ini, diperkenalkan dulu mas Jody yang akan jadi narasumber kita ini. Jody Brotosuseno adalah seorang entrepreneur yang menerapkan prinsip dan nilai islami dalam kegiatan keseharian bisnis dan hidupnya. Dengan bendera Waroeng Group yang menaungi brand waroeng steak & shake, waroeng penyet, FESKUL festival kuliner, bebek goreng H Slamet Jogja dan Malang dan futsal SOCCER, Jody dan istri terus konsisten memberikan manfaat dengan prinsip spiritual company. Continue reading “Rezeki Diantar (Seri Kultwit)”

Manajemen kekayaan Keluarga Islami

Salah satu komponen dari manajemen kekayaan (wealth management) adalah alokasi kekayaan (wealth allocation), yaitu usaha untuk menempatkan atau membagi kekayaan yang didapat dari sebuah keluarga untuk memenuhi segala hal yang membutuhkan kekayaan tersebut. Banyak metode yang sudah diberikan para ahli perencana keuangan, dengan dasar pemikiran tertentu, maka munculah beberapa komposisi yang menjadi dasar pembagian tersebut.

Dan, kali ini sebuah metode alokasi kekayaan yang juga bagian dari manajemen kekayaan secara Islam, diambil dari kitab Riyadus Shalihin yang ditulis oleh Imam Nawawi akan disampaikan, dimana penggalan hadis ini diambil dari sebuah tulisan dari Muhaimin Iqbal yang berjudul “Prinsip 1/3 Dalam Pengelolaan Harta” di website geraidinar. Continue reading “Manajemen kekayaan Keluarga Islami”