(Artikel Hikmah Republika): Keutamaan Sahur

Tulisan kolom Hikmah Republika edisi Rabu, 2 Juli 2014 mengangkat tema Keutamaan Sahur yang disusun oleh Prof KH Didin Hafidhudin seorang cendikiawan muslim Indonesia yang dikenal dan terus konsisten dalam pengembangan program pemberdayaan zakat, infak dan shadaqoh. Berikut tulisan beliau:

Keutamaan Sahur

Sebagaimana telah kita ketahui, salah satu adab dan akhlak berpuasa adalah melaksanakan sahur. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Anas, Rasulullah SAW bersabda, “Sahurlah kamu sekalian, karena sahur itu mengandung keberkahan.”

Keberkahan yang dimaksud, disamping menyebabkan kekuatan dalam puasa, menguatkan motivasi dalam melaksanakan ibadah puasa, juga mengandung pahala karena mengikuti sunah Rasulullah SAW.

Dalam hadis lain, seperti yang diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri RA, Rasulullah SAW bersabda, “Makan sahur seluruhnya ada berkah, janganlah kalian meninggalkannya meskipun hanya minum seteguk air, karena Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang bersahur.” (Hadis Shahih al-Jami’ as-Shaghir, No. 5881).

Dari Abdullah bin al-Harits, ia berkata, “Saya pergi menemui Nabi SAW sedang bersahur, lalu sabdanya, “Ia suatu keberkahan yang diberikan Allah kepada kalian, maka janganlah kalian tinggalkan dia.” (Hadis sahih dalam At-Targhib wat Tarhib, No. 1061).

Sahur itu memiliki tiga makna yang berkaitan satu dengan yang lainnya dan ketiga-tiganya mengandung kebaikan dan keberkahan. Pertama, sahur dalam pengertian makan dan makanan yang disajikan waktu sahur karena akan melaksanakan ibadah puasa pada esok harinya.

Sebagaimana dikemukakan dalam hadis tersebut di atas dan juga hadis riwayat Imam Nasa’i dari Miqdam bin Ma’di Kariba, Rasulullah SAW bersabda, “Hendaknya kalian makan sahur, karena sesungguhnya hal ini adalah hidangan yang penuh dengan keberkahan.”

Kedua, sahur dalam pengertian waktu yang sangat berharga dan bernilai tinggi dalam pandangan Allah dan Rasul-Nya. Waktu mustajab terhadap setiap doa dan permohonan serta istighfar yang diucapkan dengan lisan yang keluar dari sanubari yang dalam, penuh dengan penghayatan.

Waktu sahur adalah waktu turunnya rahmat, cinta, kasih sayang, dan ampunan dari Allah SWT. Langit pun terbuka, tidak ada hijab atau penghalang antara hamba yang berdoa dan merintih dengan Allah SWT, Zat yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Pendengar.

Bahkan, juga pada waktu sahur sangat dianjurkan melaksanakan shalat Tahajud, mengikuti sunah Rasul, dan mengikuti tradisi salafus salih.

Ketiga, sahur dalam pengertian amal baik yang dilakukan pada waktu tersebut, seperti doa dan istighfar. Kedua amalan ini sangat baik dialkukan pada waktu sahur tersebut, bahkan dijadikan salah satu ciri utama orang yang akan meraih kesuksesan dan kebahagiaan yang hakiki, dunia dan akhirat.

Hal ini sebagaimana dikemukakan dalam QS Ali Imran 17: “(Orang yang akan mendapat nikmat syurga) adalah orang-orang yang sabar, orang yang benar (jujur), orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sahur.”

Mari kita pergunakan waktu sahur yang sangat agung dan mulia ini, di samping untuk makan sahur, berdoa, berzikir, dan istighfar juga untuk melaksanakan shalat Tahajud dan ibadah-ibadah lainnya. Semoga keberkahan dari Allah SWT terlimpah dan tercurah pada kita semua. Wallahu a’lam bish shawab.

One thought on “(Artikel Hikmah Republika): Keutamaan Sahur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *